Namanya Muhammad Hudzaifah Syahputra, ia putra kedua kami. Dilahirkan di Tangerang pada pertengahan bulan Desember 2014, bertepatan dengan bulan Shafar 1436 H.
Kelahirannya mengingatkan pada anak pertama kami, bukan hanya dalam proses kehamilan dan persalinan yang penuh perjuangan, tetapi juga pada bulan kelahiran yang sama sama terjadi pada bulan Shafar, dimana anak pertama kami lahir pada bulan Shafar 1429 H, sekitar 7 tahun yang lalu.
Oh ya, nama yang kami berikan merupakan sebuah kesepakatan di awal-awal pernikahan kami. Jika anak perempuan maka Saya yang berhak memberi nama, sedangkan jika anak laki-laki, maka suami sayalah yang berhak memberi nama, dengan beberapa ketentuan lain yang tentunya didominasi oleh keputusan suami. Tak apa, Saya coba menerimanya.
Dengan demikian nama untuk anak-anak kami sebenarnya sudah disiapkan sejak awal pernikahan, baik untuk anak laki-laki, maupun perempuan, Saya beruntung, anak pertama kami perempuan, sehingga usulan nama Sayalah yang digunakan, sementara suami harus gigit jari hingga bertahun-tahun lamanya.
Satu tahun, dua tahun, tiga tahun, hingga 6 tahun, akhirmya Saya mengandung anak yang kedua. Hasil USG terhadap kandungan menunjukkan jenis kelamin janin perempuan, saat itu usia kandungan Saya 5 bulan, Hasil yang sama ditunjukan pada usia kandungan 6, 7 hingga 8 bulan. Suami terlihat sabar, karena saat itu orientasinya lebih kepada kesehatan Saya dan janin yang dikandungnya. Maklum, dokter mendiagnosa Saya mengalami pre eklamsia (keracunan kehamilan) akibat darah tinggi yang Saya alami.
Buah kesabarannya ternyata memberikan hasil, pada pemeriksaan kandungan terakhir menjelang persalinan, hasil USG menunjukkan bahwa janin yang Saya kandung ternyata laki-laki. Selamat ya Bi! Jagoan kita insyaAlloh segera hadir, ucapku dalam hati.
Dengan bangganya, sang suami memberikan nama yang sudah ia siapkan kurang lebih tujuh tahun yang lalu. Muhammad Hudzaifah Syahputra namanya.
Semoga kelak menjadi anak yang sholeh, berbanti kepada Alloh, Rasul dan kedua orangtuanya.
Semoga kelak menjadi anak yang sholeh, berbanti kepada Alloh, Rasul dan kedua orangtuanya.
Robbi habli minashshoolihiin ...,
